Episode 10

Budaya Kerokan (The Coining Culture)

Beginner July 17, 2026 3:21

Listen to Budaya Kerokan (The Coining Culture), a beginner-level Indonesian listening episode from JADI, with Indonesian and English captions and a full transcript.

0:00 / 3:21
Tap any highlighted word for its definition.
Captions:

Transcript: Budaya Kerokan

Every line of this episode in Indonesian, with the English translation underneath.

  1. 0:04

    Jadi, journey to authentic and deep indonesian. Halo semuanya, selamat datang lagi di podcast ini.

    So, the journey to authentic and deep Indonesian. Hello everyone, welcome back to this podcast.

  2. 0:13

    Pernah nggak kalian lihat orang Indonesia yang ada garis-garis merah di leher atau punggungnya?

    Have you ever seen an Indonesian person with red lines on their neck or back?

  3. 0:23

    Mirip tulang ikan ya?

    Kind of looks like fish bones, right?

  4. 0:25

    Jangan panik, itu bukan karena mereka habis bertengkar atau kena cakar kucing.

    Don’t panic, it’s not because they just got into a fight or were scratched by a cat.

  5. 0:34

    Itu bekas kerokan.

    It’s from a traditional treatment called kerokan.

  6. 0:38

    Buat orang Indonesia, kerokan itu pengobatan ajaib yang populer banget.

    For Indonesians, kerokan is a super popular magical remedy.

  7. 0:46

    Bisa tebak kenapa orang Indonesia suka banget kerokan?

    Can you guess why Indonesians love kerokan so much?

  8. 0:51

    Pertama-tama, kita harus kenal satu istilah kesehatan yang cuma ada di Indonesia.

    First, we need to get familiar with a health term that’s unique to Indonesia.

  9. 0:59

    Masuk angin.

    It’s called "masuk angin."

  10. 1:03

    Itu kondisi kalau kamu pusing atau perut kembung atau nggak enak badan.

    That’s the condition when you feel dizzy, have a bloated stomach, or just don’t feel well.

  11. 1:12

    Orang Indonesia akan bilang,

    Indonesians will ask,

  12. 1:15

    Kamu masuk angin?

    Are you feeling masuk angin?

  13. 1:18

    Nah, obat terbaik untuk masuk angin itu kerokan.

    Well, the best remedy for masuk angin is kerokan.

  14. 1:25

    Alatnya sederhana.

    The tools are pretty simple.

  15. 1:28

    Kita cuma butuh koin dan minyak kayu putih atau balsam.

    You just need a coin and some eucalyptus oil or balm.

  16. 1:35

    Biasanya, punggung kamu akan diolesi minyak, terus digosok dan ditekan pakai koin sampai muncul garis-garis merah.

    Usually, your back will be rubbed with oil, then scraped and pressed with a coin until red lines appear.

  17. 1:53

    Semakin merah warnanya, katanya semakin banyak angin yang keluar dari tubuh kita.

    The redder the lines, the more “wind” is said to be released from your body.

  18. 2:03

    Buat kamu, kerokan mungkin kelihatan menyakitkan banget ya?

    For you, kerokan might look really painful, right?

  19. 2:10

    Kenapa tubuh disiksa kayak gitu?

    Why put your body through that?

  20. 2:13

    Tapi anehnya, buat orang Indonesia, kerokan itu rasanya enak dan bikin relax.

    But strangely, for Indonesians, kerokan actually feels good and relaxing.

  21. 2:22

    Karena habis kerokan, biasanya badan jadi lebih hangat dan sering bersendawa atau kentut.

    After kerokan, your body usually feels warmer, and you often burp or pass gas.

  22. 2:33

    Itu tandanya anginnya sudah keluar.

    That’s a sign that the wind has been released.

  23. 2:38

    Terus, kamu bisa minum teh hangat dan tidur.

    Then, you can drink some warm tea and go to sleep.

  24. 2:44

    Besok paginya, badan biasanya jadi segar lagi.

    By the next morning, you usually feel refreshed again.

  25. 2:49

    Itulah cara orang Indonesia mengatasi masuk angin.

    That’s how Indonesians deal with masuk angin.

  26. 2:56

    Jadi, kalau kamu lagi nggak enak badan di Indonesia,

    So, if you’re not feeling well in Indonesia,

  27. 3:01

    apa kamu berani coba kerokan?

    would you dare to try kerokan?

  28. 3:04

    Atau kamu tetap pilih minum obat dari dokter aja?

    Or would you rather just stick to taking medicine from a doctor?

  29. 3:10

    Oke, sampai disini dulu ya untuk episode 10.

    Alright, that’s it for episode 10.

  30. 3:15

    Sampai ketemu di episode depan.

    See you in the next episode!

Comments

Loading comments...